Aku hanya bergumam, dengan kalimat yang sulit kumengerti maknanya, bahwa alur hidupku berubah semenjak aku mengenal dia. Orang yang sangat santun ini sanggup mencabik habis seluruh lorong nafasku. Aku membenci tempatku menatap bintang sepanjang malam.
Aku berharap sedikit saja cahaya dari mendung di atas langit rumahku, tapi kau memberi banyak, lebih dari bulan yang sengaja purnama. percayakah kau jika ku katakan bahwa cinta pertama kali datang untukku?
Aku selalu berharap kau percaya geletar pertama yang bangkit sebagai pengetahuan, ini adalah sesuatu yang kita sebut cinta. Dan kau yang mebawanya ke rumahku, aku melihat geletar dimatamu yang tidak sependapat denganku.
"Apa artinya,." katamu. ini Tidak memberikan makna apa-apa dalam hidup, apakah dia datang yang pertama atau kesekian. Bagiku itu hanya dongeng-dongeng kepedihan yang terus menerus diturun temurunkan. Kenangan yang memaksakan diri untuk mencipta rasa bahagia bagi orang-orang yang merasa kehilangan.
Dengarlah kekasih yang kutemui dalam separuh perjalananku, aku adalah batu hitam yang diam itu. bermula adalah wujud untuk kemudian menjadi ada. Dari ada lalu terbit kesedihan, dan pada kesedihan hinggap kehidupan. Bersamanya, hinggap pula engkau. Maka cuaca telah mempertemukan kita. Dan senja yang kau ciptakan memperlembut kemarau, menaburkan embun dan menumbuhkanmu. Akarmu lembut menggemburkanku. Lalu dalam musim, kau mengikisku, butir demi butir, tanpa aduh, tanpa keluh.
Satu-satunya ingatan yang dapat kumiliki, sebelum membeku seperti sebongkah batu, yang cuma bisa merasakan kesunyian, tapi tak bisa menamainya. Ya, aku tak bisa menamaimu. Aku merasakanmu, mengingatmu, tapi tak bisa kunamai kenanganku.
Aku berharap kau ada di sana, meskipun tak kulihat kau dalam gelap. Aku berharap kau menungguku, seperti pasangan yang bergenggaman, dentum musik dan sorot lampu. Aku berharap kau menungguku, untuk saling berbisik lagi, dan menjadikanku perempuan yang tidak bicara pada dirinya sendiri.
Dalam benakku, kutemukan kau menatapku. Matahari sudah tenggelam lama sekali. Hey, can I call u , hunny?




0 comments:
Post a Comment